Minggu, 15 Maret 2020

Menyambut Ramadhan di tengah "lockdown"

Bismillahirrahmanirrahim ...
Ramadan, 
Ramadan ... Ramadan, Ramadan ... Yaa Habiibi ....
 
Dalam hitungan hari, kita akan menyambut Ramadan. Bulan suci penuh berkah yang selalu dinanti setiap muslim. Bulan penuh ampunan dan penuh berkah bagi siapapun yang bergembira atas kedatangannya. 

Ramadan kali ini, sama seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, kita tidak banyak beraktivitas di luar rumah dikarenakan adanya virus yang menjadi perhatian dunia beberapa bulan terakhir ini. Kita disarankan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, hanya saja ruang gerak dibatasi, demi menolak penyebarannya. 

Tidak menutup kemungkinan adanya rasa jenuh, bosan, bahkan depresi dalam situasi seperti ini. Kegiatan sekolah dilakukan di rumah dengan beberapa tugas yang berganti setiap hari, kegiatan rumah yang masih tetap harus dilakukan, pengeluaran yang semakin banyak, sedangkan pemasukan sudah tidak seperti sebelumnya, bahkan bisa dibilang tidak ada karena harus dirumahkan yang entah sampai kapan. 

Namun, semua pasti ada hikmah. Jika kita perhatikan, hubungan keluarga menjadi lebih dekat dengan banyaknya interaksi, timbul rasa saling menjaga dan menolong sesama, tumbuh empati pada orang lain sehingga turut berbagi, tumbuh kreativitas dalam diri untuk mempelajari dan mencoba berbagai resep olahan makanan maupun karya yang dapat menghasilkan. Sungguh, tidak ada yang sia-sia pada ciptaanNya. 

Menyambut Ramadan kali ini, tentu kita bersuka cita atas kedatangannya. Fisik dan mental dipersiapkan, jadwal kegiatan yang bermanfaat telah diagendakan, asupan gizi dan bahan makanan InsyaAllah dicukupkan, karena kita tidak mau menyia-nyiakan untuk berlomba dalam kebaikan. Berpuasa, membaca Alquran, bersedekah, menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa, mengikuti kajian lewat daring, dan tentunya menghidupkan literasi yang salah satunya dengan mengikuti "Ramadan Write Challenge" yang sangat bermanfaat. 

Berbicara mengenai "Covid 19", dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan pada umatnya suatu doa. Karena pada masa sahabat, pernah terjadi pula suatu wabah yang banyak menyebabkan kematian. 

Doa pencegah virus
Dalam kesempitan, manusia diberikan harapan. Dan dalam kelapangan, manusia diberikan pula rasa ketakutan. Inilah hidup. Kehidupan yang hanya sementara ini, manusia mengalami "Raja' dan Khauf" yang artinya manusia selamanya memiliki harapan dan juga ketakutan.

Berharap akan kebaikan dan terkadang ketakutan pada kehilangan. Kondisi yang demikian inilah Tuhan ajarkan pada manusia agar ia tidak lalai bahkan terlena pada kesenangan sementa. Tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi satu menit kedepan, satu jam, esok hari, lusa, bahkan tahun depan. Dengan tetap berbuat baik, waspada, dan yakin bahwa alam akan mengamini mereka yang memiliki harapan.

Diceritakan, bahwa suatu ketika menyebar virus yang mematikan pada zaman para sahabat, namun ada salah satu sahabat yang tidak tertular oleh penyakit mematikan itu. Kemudian teman-temannya menanyakan adakah suatu hal yang ia lakukan hingga kebal terhadap virus tersebut? Maka ia dengan tersenyum menjawab "segala sesuatu ada penciptanya. Dan aku meminta pada pencipta virus itu supaya tubuhku kebal terhadapnya dengan banyak membaca doa, dan alam mengamininya."

Inti dari kisah tersebut adalah, segala sesuatu memang harus diwaspadai, namun kembali pada Sang Khaliq dengan keyakinan yang sesungguhnya adalah mutlak harus dilakukan. Selamat menyambut Ramadan ... Kita sehat, kuat, dan sukses menjalani puasa Ramadan.


Senin, 10 Februari 2020

Jagat pewayangan

 "Panah Srikandi"

Buku yang ditulis oleh Ardian Kresna, seorang yang terlahir dari keluarga yang mencintai dunia pewayangan dari Pemalang, Jawa Tengah ini cukup enak dibaca karena menceritakan tentang peperangan yang terjadi antara Kurawa dan Pandawa.

Namun, ada beberapa pembahasan yang kurang bisa dimengerti karena memang di dalam buku terdapat tokoh pewayangan seperti Punakawan dan beberapa tokoh lain yang tidak dikenalkan secara gamblang. Terlebih daerah atau latar belakang tempat kejadian yang diceritakan terkesan membingungkan.

Di luar itu semua, pembaca akan disuguhkan dengan kisah yang sangat menarik tentang  keluarga Kurawa dan Pandawa, terlebih tentang kakek mereka, Maharesi Bhisma  yang seakan menjadi tokoh utama dalam buku ini.

Dalam pandangan seorang santri, rasa iri maupun dengki pasti ada pada setiap manusia. Hanya saja, kita dibekali ilmu untuk menahan diri dari sifat tersebut. Kita diperbolehkan iri pada dua macam manusia. Yang pertama, orang mukmin yang senantiasa mengajarkan ilmunya pada siapapun dengan ikhlas. Dan yang kedua, orang mukmin yang kaya harta dan ia selalu bersemangat mensedakahkannya.

Disinilah kebolehan kita memiliki rasa iri pada mereka yang memiliki sikap tersebut, dengan maksud supaya memotivasi kita untuk dapat berlomba dalam hal kebaikan.
Selamat membaca ....


Minggu, 09 Februari 2020

Miracle

Assalamualaikum sahabat ...
Seringkali dalam kehidupan ini kita jumpai suatu peristiwa atau keadaan yang sangat luar biasa hingga seakan tak mampu dinalar oleh akal manusia.

Jika seorang nabi, untuk menguatkan risalah yang dibawanya, Tuhan membersamainya dengan suatu mukjizat. Namun banyak pula manusia biasa yang dianugerahi sesuatu yang sangat istimewa dan tidak semua manusia memilikinya, hal ini disebut juga dengan karomah atau ma'unah.

Beberapa bulan yang lalu, ada seorang perempuan yang kebetulan hapal Alquran 30 juz , tiba-tiba mengeluhkan sakit kepala yang sangat hingga mengalami kejang dan koma dalam kesadaran yang hanya lima sampai enam persen. Hasil pemeriksaan mengatakan bahwa terjadi pendarahan di otak dan harus segera dilakukan operasi, padahal hari itu bertepatan hari Sabtu yang mana para dokter sedang berlibur dan rumah sakit telah penuh.

Keadaan yang sangat mendesak, membuat pihak keluarga memohon doa dan support dari para kenalan. Hingga diadakanlah beberapa kali khataman Alquran dan doa bersama lewat grup-grup di watshapp. Atas izin Allah, ada seorang dokter yang bersedia melakukan tindakan operasi meski di hari libur.

Setelah dokter melakukan penyedotan darah dalam otak, pasien dinyatakan dapat sadar kembali minimal sepuluh hari pasca operasi. Sekali lagi, atas izin Allah pasien tersadar sebelum sepuluh hari dan kalimat yang keluar dari mulutnya adalah penggalan ayat dari Alquran yang ia hapal semasa kecil. Meskipun dia tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada dirinya, bahkan tidak mengenali orang-orang yang disekitarnya. Inilah salah satu yang disebut dengan karomah atau ma'unah dari Allah.




Senin, 03 Februari 2020

Tantangan 1

OASE, Obrolan Ala Santri Eranaw

Mengapa memilih niche tentang "dunia santri"? Karena memang lebih nyaman seperti di rumah sendiri. Keadaan lingkungan serta latar belakang tentu menjadi alasan utama pemilihan niche kali ini. Pesantren, tempat para santri mencari ilmu, tentu sama saja keadaaannya dengan bangunan sekolah lain. Namun, yang membedakan adalah penekanan dalam pengenalan ilmu agama, disini pastinya Islam. Serta disiplin dan kemandirian yang disusun dalam peraturan didalamnya. 

Santri di jaman naw, tidak hanya berkecimpung dengan kitab-kitab kuning atau kitab yang tulisan nya tanpa harakat. Namun, mereka lebih dipersiapkan untuk nantinya bisa kembali berjuang ke masyarakat. Mereka dikenalkan dengan dunia literasi, entrepreneur, kepemimpinan, bahkan kebudayaan. Tentunya tanpa meninggalkan apa-apa yang telah diajarkan oleh para shalih pendahulunya. 

Jadi, niche yang saya ambil termasuk luas pembahasannya. Hanya saja setiap ada permasalahan atau topik yang diambil, semua mengacu pada kebiasaan atau pola pikir ala santri. Hal ini tentu saja tidak akan sempurna. Maka kritik dan saran dari teman-teman sangatlah berharga bagi tulisan yang masih alakadarnya ini. Terimakasih. 


Jumat, 31 Januari 2020

Corona ala santri

Gurauan ala santri kali ini mengatakan "Corona dalam ilmu nahwu, mengandung dhomir mutakallim ma'al ghair yang artinya dia mewakili orang banyak (na), sehingga virus tersebut menumbangkan banyak orang. Coba jika namanya Corotu, pasti hanya seorang saja yang terkena (tu)"

Ucapan di atas, sekedar usaha untuk menghibur diri ditengah kabar yang beredar tentang virus mematikan yang mengkhawatirkan banyak orang. Selain itu, hawa panas tanpa angin kali ini cukup membuat gerah seluruh santri. 

Di dunia pesantren, tentu semua anak pernah mengalami keadaan sakit, baik yang ringan seperti gatal, flu, pusing, dan batuk. Atau sakit yang agak berat seperti tipes, asma, atau bahkan muntaber. Cuaca dan musim yang sedang berganti, makanan yang kurang memenuhi gizi, atau bahkan kegiatan yang tidak seimbang dengan asupan energi dapat mempengaruhi itu semua. Dan untuk melaluinya, santri diharuskan bersabar dan mampu menyelesaikan tantangan yang tengah dihadapi meski harus bersusah payah hingga berurai airmata. 

Ada beberapa makna sabar dalam hal ini, diantaranya; Sabar dalam menghadapi suatu musibah atau cobaan. Seseorang yang terkena musibah, hendaklah mengucap kalimat Istirja' atau lafaz Innalillahiwainnailaihiroji'un. Untuk berusaha ikhlas dan mengembalikan semua pada pemilik aslinya. 

Lalu yang kedua, sabar dalam mentaati kebenaran. Termasuk ibadah dan melakukan kebaikan. Baik dalam hal apapun dan pada siaapun, termasuk mengajak orang lain untuk berbuat baik, karena pada dasarnya "Muslim yang satu adalah cermin bagi muslim lainnya". 

Kemudian yang terakhir adalah sabar dalam menjauhi segala larangan. Sekecil apapun suatu larangan yang telah ditetapkan agama, pasti memiliki kemudharatan atau akibat yang tidak baik. Contoh, misal dalam agama Islam dilarang adanya pacaran, tetapi membolehkan ta'aruf atau pengenalan lebih dalam. 

Kenapa? Karena dalam ta'aruf, masing-masing calon didampingi keluarganya sehingga ada tanggungjawab bersama. Jika ada kecocokan, maka kedua belah pihak melanjutkan ke jenjang pernikahan. Jika tidak, maka keduanya telah menyambung silaturrahmi, dan dalam hal ini banyak sekali keutamaannya. 

Lalu kenapa melarang adanya pacaran? Pertama, kedua belah pihak pada awalnya tidak melibatkan keluarga (kebanyakan). Tidak ada rasa tanggungjawab yang besar jika terjadi ketidakcocokan dikemudian hari. Ketiga, rasa atau simpati pasti mengalahkan logika (akal), sehingga bujuk rayu setan atau hawa nafsu lebih dominan. 

Sehingga dalam dunia santri, ujian terbesar adalah masalah "rasa". Ibarat virus, ia ada dan berakibat meski tak nampak secara kasat mata. Dan tentunya terdapat antibodi untuk menangkalnya, dan itu adalah dengan bersabar. Karena kita santri, bukan politisi. 


Kamis, 23 Januari 2020

Isy Kariman

Isy Kariman, au Mut Syahidan.

Pepatah arab mengatakan "Hiduplah dengan mulia, atau matilah secara syahid". Pesan ini seringkali dibuat motto oleh anak-anak di pesantren. Karena memang, pesan yang tersirat sangat dalam.

Seorang santri yang telah direlakan oleh orangtuanya untuk belajar hidup mandiri dengan orang lain, diharapkan mampu merubah perilaku yang sebelumnya kurang baik, merubah perkataan maupun pikiran yang kurang pantas, merubah kebiasaan manja ataupun bermalas-malasan, bahkan merubah cara ibadah yang belum sesuai syariat atau ketetapan.

Pesan yang terkandung dari pepatah arab tersebut mencakup dua hal. Yang pertama agar kita hidup secara mulia. Dalam hal ini tentu sangat luas pengertiannya. Mulia di kalangan santri berati dapat berperilaku baik kepada diri sendiri, sesama, bahkan terhadap alam disekitarnya.

Kemudian yang kedua, haruslah berharap pada akhir yang husnul khatimah. Tentu saja untuk mendapatkannya perlu persiapan yang sempurna. Persiapan dalam hal ini adalah pembiasaan berperilaku baik dalam hal apapun. Karena, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW. bahwa seseorang akan diwafatkan pada kondisi yang sesuai dengan kebiasaannya.

Kehidupan ala santri memang mengajarkan seseorang untuk berimbang antara ibadah pada sang Khalik dan bersosial antar sesama. Meski demikian, tidak ada satu tempat yang dapat menjamin seseorang dapat menjadi baik. Namun, dengan mengenalkan agama, seseorang diharapkan memiliki rambu-rambu dalam kehidupannya.

Dan untuk belajar tentang agama, tentu saja tidak harus di pesantren, asalkan jelas darimana sumber ajaran tersebut. Eranaw, kita tidak hanya hidup di dunia nyata. Untuk itu, mari berhati-hati dalam memilih teman dan lingkungan. Isy kariiman au mut syahiidan, aku santri dan bukan politisi.





Senin, 30 Desember 2019

Awas, NINJA!

"Ninja ... Ninja!" Suara orang-orang berteriak sambil memukul kentongan bambu. Para lelaki berhambur keluar rumah sambil membawa alat seadanya. Perempuan dan anak-anak yang terbangun diberi isyarat untuk tetap berada di dalam, hanya melihat dari balik tirai jendela.

Ada yang membawa sapu, sulak, tongkat, potongan kayu, potongan bambu, dan ada pula yang membawa parang. Sambil menengadah memperhatikan sekelebat bayangan hitam yang nampak terbang di atas atap rumah penduduk, persis seperti ninja, tetapi yang pasti bukan Hatori.

Akhir-akhir ini kampung kami digoncang dengan hilangnya seorang ustadz yang biasa memimpin di mushalla.  Dan adanya beberapa penampakan manusia berpakaian serba hitam yang berlari sangat cepat seperti terbang melompat diantara atap rumah warga, hampir setiap malam. Kami pun bersepakat untuk mengadakan ronda keliling kampung bergantian sampai matahari mulai muncul. Karena justru waktu mendekati subuh itu adalah waktu yang paling rawan.

Pagi itu orang-orang ramai karena mendapati dinding luar rumah sang ustadz terdapat tanda silang berwarna merah. Ustadz yang mengetahui hal itu hanya tersenyum simpul. Kami pun bersepakat memberi tanda silang pada semua rumah setelah menduga-duga apa arti coretan pilox merah itu. Dan tidak terjadi apa-apa.  Namun, setelah kami hampir lupa dengan coretan tersebut, tiba-tiba saja sang ustadz telah hilang dari rumahnya.

Beliau menjadi panutan di kampung kami. Setiap malam Jumat selalu mengadakan tahlil di Mushalla. Dan tak lupa beliau berpesan pada kami yang muda untuk rajin membaca dan belajar agar kelak dapat berjuang untuk negeri ini yang menurut beliau, masih belum merdeka. Ustadz itu tinggal seorang diri setelah tahun lalu istrinya meninggal karena sakit dan tanpa anak.  Perginya beliau yang tiba-tiba, kami asumsikan mungkin untuk mencari ketenangan dengan bersilaturrahmi pada keluarganya di lain kampung.

Beberapa hari telah berlalu, dan sang ustadz belum juga kembali. Kami mulai berpikir macam-macam, apalagi setelah beberapa orang mengatakan bahwa kami harus berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.  Konon kabar yang beredar, para pemuka agama di kampung lain pun sama, tidak diketahui rimbanya. Malam semakin mencekam.

"Bu, aku mau ke rumah Mbah Zen dalam tiga hari. Hati-hati dan bersikaplah seperti biasa. Jangan lupa sehabis shalat tetap baca Al-Fiil sebanyak-banyaknya." Ujar Bapak saat mau pergi ke rumah gurunya untuk isian atau wiridan. Hampir semua laki-laki di kampung kami memilih mempelajari ilmu kanuragan dengan dzikir dan puasa. Selain untuk penjagaan diri, berguna pula untuk mageri.

Aku yang sudah delapan tahun, sudah sangat paham situasi ini. Sangat menakutkan saat malam mulai datang.  Sebelum maghrib, semua pintu telah dikunci. Kami biasa shalat berjamaah. Bedanya sekarang, sehabis sholat, kami dianjurkan oleh bapak untuk membaca surat Al-Fiil sebanyak-banyaknya. Biasanya sampai 41 kali, atau cukup pilih bilangan ganjil.

Dan ketika sampai pada kalimat "Tarmiihim" pada ayat keempat, kami semua mengepalkan tangan sambil membuat gerakan yang seakan sedang melempar sesuatu. Kata bapak, hal ini diniatkan untuk mengusir orang-orang yang akan berbuat jahat pada kita. Sebagaimana burung Ababil yang melempari pasukan bergajah Abrahah.


~*~

NB. Kisah ini mengambil latar dari novel "Laut Bercerita" karya Leila s. Chudori. Dimana beliau menceritakan tentang sekelompok aktivis yang sengaja "dihilangkan paksa" saat berjuang menegakkan demokrasi pada rezim Suharto di tahun 1998.
Bergerak tanpa suara, ada namun tak ada. 

Selasa, 17 Desember 2019

RCO 3

Perbedaan dalam pembelajaran di Indonesia dengan di Finlandia (sesuai buku "Teach like Finlandia")

Dalam buku yang ditulis oleh Timothy D. Walker, seorang yang berkebangsaan Amerika dan kemudian mengikuti istrinya pindah ke Finlandia dan mengajar disana, terdapat banyak sekali perbedaan cara mengajar orang Finlandia dengan dirinya, atau bahkan kebanyakan sekolah di dunia.

Saat pertama dia mengajar, tentu masih membawa kebiasaan dari tanah kelahirannya dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan matang secara terperinci dan lengkap, karena menurut pendapatnya "Keberhasilan dari pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan mengajar pada pertemuan pertama". Namun ternyata ia mendapati para pengajar Finlandia tidak melakukan hal sama dengannyanya.

Timothy mulai menyesuaikan diri dengan sekitarnya, karena setelah ia membawa "gaya Amerika" nya untuk mengajar, anak-anak mulai mengeluh karena lelah. Di Amerika, seorang guru yang baik adalah yang bisa menghabiskan seluruh waktunya untuk mempersiapkan kegiatan belajar, mengoreksi tugas, dan membuat kelas selalu duduk diam mendengarkan pelajaran. Namun, di Finlandia sangat berbeda. Seorang guru tidak harus bekerja keras, tetapi bekerja cerdas.

Lalu, apa yang membedakan cara mengajar di Finlandia dengan di negara kita, Indonesia? Secara garis besarnya adalah "Mereka mengedepankan rasa saling memiliki" sedangkan di negara kita masih dengan "Selesaikan kewajiban dan aman untuk laporan ke atasan."

Coba kita renungkan sebentar, ketika anak- anak masih di bawah usia tujuh tahun, sekolah di negri kita telah mewajibkan adanya seragam, jam pelajaran banyak dihabiskan di dalam kelas, anak-anak harus bersikap baik dengan duduk mendengarkan guru. Setelah masuk ke Sekolah Dasar hingga menengah ke atas pun masih sama demikian.

Meski ada pelajaran olahraga, dan beberapa kali istirahat dalam sehari masuk, namun rasa saling memiliki di dalam tatanan sekolah di negeri kita masih sangat kurang. Bahkan masing-masing dari individu, sering kita jumpai lebih mementingkan "keamanan" diri sendiri.

Perbedaan yang lebih terperinci misal, di negara kita kelas lebih banyak terdapat hiasan dinding, tidak ada kelas berkebun atau memancing bersama, tidak ada guru dan murid yang makan di tempat yang sama, tidak ada guru yang bermain bersama murid selama istirahat atau menciptakan mainan bersama selama jam pelajaran, dan tidak ada kepala sekolah yang mengajar di kelas. Namun, akhir-akhir ini pemerintah mulai memperhatikan hal-hal tersebut dan menyarankan perubahan pada setiap sekolahan.

Sedangkan di Finlandia, anak-anak diberikan waktu luang lebih banyak, bergerak lebih banyak, dan menghabiskan waktu di alam bebas lebih sering, tentu dengan tetap melibatkan pengawasan dari guru-guru mereka. Bahkan disana tidak ada tugas atau pekerjaan rumah. Meskipun ada, guru memberikan tugas yang ringan dengan tenggang waktu yang relatif lama untuk penyelesaiannya.

Dalam buku "Teach like Finland" diungkapkan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk menanamkan rasa saling memiliki antar semua individu yang bersangkutan. Baik itu antara siswa dengan guru, guru dengan kepala sekolah maupun pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan peserta didik. Diantaranya dengan duduk bermusyawarah dengan stakeholder yang kompeten di bidangnya.

Yang tentu saja hal demikian ini masih jarang kita jumpai di sekolah-sekolah negeri kita. Dimana seorang guru duduk beberapa kali bersama stakeholder atau orang yang ahli dalam dunia pendidikan untuk mengeluarkan semua kerisauannya selama mengajar dan untuk mencari solusi terbaik bagi setiap anak di kelasnya. Lalu para stakeholder memberi masukan dan akan terus mengawasi untuk beberapa saat, yang tentu saja dalam hal ini sangat meringankan beban seorang guru.

Demikianlah perbedaan yang penulis ketahui di dua negara yang tentunya masing-masing memiliki kebijakan sendiri dengan mempertimbangkan banyak hal. Namun, tidak ada salahnya kita mengadopsi cara mengajar yang baik dan menyenangkan dengan melihat beberapa metode yang dituliskan oleh pengajar Timothy dalam bukunya "Teach like Finland". Selamat membaca ....




Minggu, 15 Desember 2019

Pesan dan Kesan

Semua hal yang dilakukan manusia timbul atas persetujuan akal pikirnya. Dan akal pikir manusia akan mengikuti kata hatinya. Sebagaimana Tuhan telah memberikan anugerah terindah berupa akal, manusia diharapkan mampu mengoptimalkan dalam menggunakannya.

Masuk dalam keluarga ODOP merupakan salah satu usaha untuk mengoptimalkan otak saya. Dalam hal ini tentu saja saya memiliki kebanggaan tersendiri. Bangga bahwa saya berhasil melampaui beberapa tantangan yang memang harus dilewati. Sejujurnya, untuk bisa menulis dalam kondisi apapun setiap hari itu tidaklah mudah, apalagi bagi saya yang memang baru saja menekuni dunia literasi.

Senang dan sedih tentu pernah saya rasakan. Bahkan terkadang merasa tertekan saat waktu hampir habis, dan masih belum bisa menulis apapun, hingga akhirnya harus "hutang" untuk kesekian kalinya, hal ini merupakan tantangan yang sejujurnya mengasyikkan sekaligus menegangkan.

Hari terakhir, dengan sangat sedih tantangan ke empat belum sempat terkirim. Batas waktu menunjukkan pukul 23.00. Sedangkan pas hari itu, seharian keluar rumah untuk acara nikah dan haul. Karena memang pejuang wi-fi, jadilah menulis hanya ketika di rumah. Sesampainya di rumah ternyata internet down dan harus menunggu sampai pulih. Menelepon petugas pun tidak mungkin rasanya, karena hampir tengah malam.

Ingin menangis tetapi bagaimana. Menulis di kertas lalu di poto pun rasanya lucu jika dikirimkan. Maka menunggu adalah satu-satunya jalan kepasrahan, karena menunggu juga termasuk pengharapan yang semu alias tidak pasti kecuali sebelumnya sudah janjian. Lalu bagimana? Biarlah waktu yang menjawab.

Balik lagi dalam keluarga ODOP, teman-teman yang saling support menjadikan saya mampu bertahan dalam kegiatan tulis menulis, meski terkadang hanya kenal lewat dunia maya, namung rasa yang terbangun ketika pernah dalam satu keluarga kecil sangatlah istimewa.

Maka, terimakasih tak terhingga kepada keluarga besar ODOP yang telah menghadirkan keluarga literasi yang hebat. Semoga kedepannya bisa terus bertahan dan melahirkan para penulis yang kompeten di bidangnya, aamiin ....



Tantangan 4


 Setiap manusia terlahir dengan bakatnya masing-masing. Dan dengan akalnya manusia telah dibekali oleh Tuhan untuk menyelesaikan suatu masalah yang dihadapinya. 
Lalu, apa yang menjadi cita-cita manusia itulah suatu keinginan yang merupakan masalah yang harus dihadapinya. Dikatakan bahwa 95% manusia yang berusaha akan dapat meraih apa yang ia inginkan, sedangkan 5% adalah bakat yang ada pada dirinya. 
Resolusi untuk menulis 2020 rasanya memang harus segera tertulis supaya semangat untuk mencapainya selalu hadir saat saya membaca lagi tulisan ini.
Beberapa keinginan sederhana yang ingin terwujud sebagai resolusi di tahun 2020 itu yaitu;

  1. Memperbaiki template blog. 
Saya merasa harus segera belajar pada ahlinya untuk urusan blog. Dari awal mengikuti ODOP kelas non fiksi memang diharuskan memperhatikan template blog dan saya masih belum mencapainya.

 2. One Day One Post.

Kebiasaan yang baik dari grup ODOP harus terus dilestarikan. Karena hal ini mampu meningkatkan daya tulis saya yang memang masih sangat minim.

3. One Week One Book .

Keinginan tertinggi adalah mampu menulis dan menghasilkan satu buku dalam setiap minggu. Tentu saja persiapan untuk hal ini sangatlah penting, terutama tekad untuk mewujudkankannya.

4. Menang dalam beberapa event lomba.

Untuk mengasah sekaligus mencoba tantangan, saya ingin mengikuti beberapa event lomba dan memenangkankannya.

Demikianlah resolusi menulis saya di tahun 2020, semoga semuanya berjalan lancar dan tentunya bisa mempertahankan keajekan dalam menulis, aamiin ....




Sabtu, 14 Desember 2019

Halal Cruise

     Menjelajah dunia dengan paket  "Cruise                             Cheria  Holiday". 


Assalamualaikum sobat, shabahul khair, selamat pagi ... 
Pernahkah terpikirkan oleh kita untuk menikmati liburan bersama keluarga di atas kapal pesiar yang sangat besar dan mewah? Mungkin yang terbayang dalam benak kita tentang kapal Titanic ya ... Eh, bukan tentang kisah tragisnya lo, tetapi tentang betapa besar dan mewahnya fasilitas di dalamnya yang dibuat oleh manusia, MasyaAllah. 


Bayangkan saja, kita berada di dalam sebuah kapal yang besarnya berkali lipat dari besar rumah kita, lengkap dengan kolam renang, ruang olah raga, ruang spa, makanan dan minuman yang tersaji dengan berbagai macam menu pilihan.
Belum lagi arena permainan air, permainan seluncuran, permainan panjat tebing, bowling, golf, bermain bola atau lainnya yang semuanya bisa dengan bebas kita nikmati. Bagaimana? Pasti seru, kan ..?Belum lagi tempat terbuka yang berada di dek kapal, yang jika kita berdiri disana, rasanya pasti semua masalah dan beban hidup hilang seketika. Membayangkannya saja ibarat surga dunia, hehehe ...

Nah, www.cheria-travel.com menawarkan beberapa paket holiday yang sangat mengasyikkan bersama kapal cruiser. Apa sih sebenarnya Cheria halal holiday itu?
Cheria halal travel adalah nama suatu badan usaha di bidang jasa travel domestik maupun internasional yang berdiri sejak tahun 2012. 

Meminjam istilah dari orang Jawa, seseorang menilai sesuatu itu berdasarkan tiga hal; bibit, bebet, dan bobot. 
Bibit atau asal usul, dalam hal ini harus jelas latar belakang adanya sesuatu. Lalu ada "Bebet" yang berarti pandangan atau penilaian orang. Karena kita tahu, watak seseorang atau baik buruknya sesuatu itu dipandang dari penilaian banyak orang. Kemudian yang terakhir adalah "Bobot", dalam hal ini tentu saja tentang kualitas. Dan Cheria travel telah memiliki itu semua. 

 Selain itu, Cheria travel telah memiliki produk yang jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan untuk produk internasionalnya. Juga menyediakan tiket, visa, dan kebutuhan lain yang diperlukan, baik itu untuk personal, corporatif, maupun grup.

Layanan utama halal travel ini tentunya dimaksudkan untuk memudahkan para muslim yang hendak menjelajahi dunia dengan kapal cruiser.
Karena kapal ini menyediakan makanan khusus yang halal bagi mereka dan telah mendapat sertifikat dari Departemen Pengembangan Islam Malaysia (sertifikat halal Jakim). Tentu saja travelling non muslim pun juga sangat diprioritaskan kenyamanannya. 

 Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari tempe goreng, pari asam pedas, opor ayam, gulai ikan, tandoori kambing, dan masih banyak lagi.

Dan masih ingatkah kita bahwa seorang ilmuwan muslim dari Maroko telah berlayar menjelajahi dunia, jauh sebelum Christopher Columbus berlayar dan menemukan benua Amerika? Yup, beliau adalah Ibnu Batutah. Pengembaraannya bahkan sampai ke Aceh lho, Sobat. Dan perjalanan beliau ini ditulis dalam bukunya "Risalah Ibnu Batutah" yang menurut sumber, sekarang masih ada di perpustakaan Perancis. Waw ... Betapa ingin aku kesana. Yuk, bareng naik cruise! Kemana dulu ya? Kita mulai dari negeri jiran atau negara tetangga. Singapura, Thailand, dan Malaysia. 

Cheria-travel menawarkan banyak sekali paket holiday. Jika kita pilih tiga negara secara langsung, maka yang pertama adalah Singapore. Banyak sekali destinasi wisata yang dapat dikunjungi, diantaranya Universal Studio, Merlion Park, gedung Esplanade yang konon bangunannya mirip seperti mata lalat. Singapura juga terkenal dengan patung singa laut atau Merlion-nya yang berada di taman Marina Bay. 
Yang kedua adalah Thailand, terkenal juga dengan julukan negeri gajah putih. Di Thailand kita dapat menuju ke pantai Samila yang indah, lalu ke pusat oleh-oleh yang terkenal dengan hasil produk lokal dengan harga yang terjangkau serta cocok untuk dijadikan souvenir dari negeri gajah, seperti di Kimyong market, Lee garden, Central mall, dan souvenir Shop lainnya. 
Ada pula menara pagoda ( Tang Kuan Hill) yang berada di atas puncak gunung Sungkhla. Dari menara ini kita dapat menikmati pemandangan kota Hadyai yang mengagumkan. 
Kemudian yang ketiga adalah Malaysia. Tujuan wisata yang utama adalah Kuala Lumpur, yang merupakan ibu kota negaranya. Destinasi wisata yang dikunjungi antara lain, Istana Raja, Dataran Merdeka, Twin Tower atau menara Petronas, Batu Caves, atau naik cable car di Genting Highland yang merupakan cable car tertinggi dan terpanjang di Asia. 

Jadi sobat, mari kita berkeliling dunia menikmati liburan bersama keluarga dengan kapal cruise dari www.cheria-travel.com/2019/05/paket-tour-halal-dengan-kapal-pesiar.html.  Dan salah satu cruiser yang menjadi impianku adalah "Genting Dream" yang berada di Singapura. Cruise ini menyajikan makanan halal bersertifikat dan berada di "The Lido". The Lido adalah restoran mewah di atas kapal Genting Dream yang menyajikan hidangan halal lagi lezat dengan menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata, baik indor maupun outdoor.


Selain Lido, Genting Dream juga menyediakan beragam suite, kamar-kamar yang saling terhubung dan cocok untuk keluarga, serta akomodasi "The Palace-kantong" atau kapal dalam kapal dengan layanan bergaya eropa, lengkap dengan fasilitas pribadi seperi kolam renang, spa, pusat kebugaran, dan tempat makan. 

Terdapat pula enam seluncuran air dengan tiga seluncuran berada di taman anak-anak. Tersedia layanan pengasuhan anak selama dalam kapal, tempat bermain bowling bagi keluarga, batu pendakian, club khusus anak untuk kegiatan interaksi dan club malam untuk dewasa yang telah diakui dunia, serta tempat belanja mewah bebas bea. 

Semua informasi dapat langsung diakses pada halalcruise Genting Dream, atau www.cheria-travel.com.  Jadi lekas tentukan pilihanmu sekarang juga ya, dan segera isi biodata pada aplikasi yang tersedia seperti pada gambar di bawah ini;

Mari berlayar menjelajah dunia, membuka mata bertafakkur dengan menikmati keindahan ciptaanNya dan tentunya bersantai menikmati liburan bersama keluarga tercinta. Jangan lupa ceritakan kisah liburanmu pada dunia ....

#halalcruiser 
#cheria-travel com 
#naik-cruiser-bersama-cheria-holiday 


Menyambut Ramadhan di tengah "lockdown"

Bismillahirrahmanirrahim ... Ramadan,  Ramadan ... Ramadan, Ramadan ... Yaa Habiibi ....   Dalam hitungan hari, kita akan menyambut...