Senin, 30 Desember 2019

Awas, NINJA!

"Ninja ... Ninja!" Suara orang-orang berteriak sambil memukul kentongan bambu. Para lelaki berhambur keluar rumah sambil membawa alat seadanya. Perempuan dan anak-anak yang terbangun diberi isyarat untuk tetap berada di dalam, hanya melihat dari balik tirai jendela.

Ada yang membawa sapu, sulak, tongkat, potongan kayu, potongan bambu, dan ada pula yang membawa parang. Sambil menengadah memperhatikan sekelebat bayangan hitam yang nampak terbang di atas atap rumah penduduk, persis seperti ninja, tetapi yang pasti bukan Hatori.

Akhir-akhir ini kampung kami digoncang dengan hilangnya seorang ustadz yang biasa memimpin di mushalla.  Dan adanya beberapa penampakan manusia berpakaian serba hitam yang berlari sangat cepat seperti terbang melompat diantara atap rumah warga, hampir setiap malam. Kami pun bersepakat untuk mengadakan ronda keliling kampung bergantian sampai matahari mulai muncul. Karena justru waktu mendekati subuh itu adalah waktu yang paling rawan.

Pagi itu orang-orang ramai karena mendapati dinding luar rumah sang ustadz terdapat tanda silang berwarna merah. Ustadz yang mengetahui hal itu hanya tersenyum simpul. Kami pun bersepakat memberi tanda silang pada semua rumah setelah menduga-duga apa arti coretan pilox merah itu. Dan tidak terjadi apa-apa.  Namun, setelah kami hampir lupa dengan coretan tersebut, tiba-tiba saja sang ustadz telah hilang dari rumahnya.

Beliau menjadi panutan di kampung kami. Setiap malam Jumat selalu mengadakan tahlil di Mushalla. Dan tak lupa beliau berpesan pada kami yang muda untuk rajin membaca dan belajar agar kelak dapat berjuang untuk negeri ini yang menurut beliau, masih belum merdeka. Ustadz itu tinggal seorang diri setelah tahun lalu istrinya meninggal karena sakit dan tanpa anak.  Perginya beliau yang tiba-tiba, kami asumsikan mungkin untuk mencari ketenangan dengan bersilaturrahmi pada keluarganya di lain kampung.

Beberapa hari telah berlalu, dan sang ustadz belum juga kembali. Kami mulai berpikir macam-macam, apalagi setelah beberapa orang mengatakan bahwa kami harus berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.  Konon kabar yang beredar, para pemuka agama di kampung lain pun sama, tidak diketahui rimbanya. Malam semakin mencekam.

"Bu, aku mau ke rumah Mbah Zen dalam tiga hari. Hati-hati dan bersikaplah seperti biasa. Jangan lupa sehabis shalat tetap baca Al-Fiil sebanyak-banyaknya." Ujar Bapak saat mau pergi ke rumah gurunya untuk isian atau wiridan. Hampir semua laki-laki di kampung kami memilih mempelajari ilmu kanuragan dengan dzikir dan puasa. Selain untuk penjagaan diri, berguna pula untuk mageri.

Aku yang sudah delapan tahun, sudah sangat paham situasi ini. Sangat menakutkan saat malam mulai datang.  Sebelum maghrib, semua pintu telah dikunci. Kami biasa shalat berjamaah. Bedanya sekarang, sehabis sholat, kami dianjurkan oleh bapak untuk membaca surat Al-Fiil sebanyak-banyaknya. Biasanya sampai 41 kali, atau cukup pilih bilangan ganjil.

Dan ketika sampai pada kalimat "Tarmiihim" pada ayat keempat, kami semua mengepalkan tangan sambil membuat gerakan yang seakan sedang melempar sesuatu. Kata bapak, hal ini diniatkan untuk mengusir orang-orang yang akan berbuat jahat pada kita. Sebagaimana burung Ababil yang melempari pasukan bergajah Abrahah.


~*~

NB. Kisah ini mengambil latar dari novel "Laut Bercerita" karya Leila s. Chudori. Dimana beliau menceritakan tentang sekelompok aktivis yang sengaja "dihilangkan paksa" saat berjuang menegakkan demokrasi pada rezim Suharto di tahun 1998.
Bergerak tanpa suara, ada namun tak ada. 

Selasa, 17 Desember 2019

RCO 3

Perbedaan dalam pembelajaran di Indonesia dengan di Finlandia (sesuai buku "Teach like Finlandia")

Dalam buku yang ditulis oleh Timothy D. Walker, seorang yang berkebangsaan Amerika dan kemudian mengikuti istrinya pindah ke Finlandia dan mengajar disana, terdapat banyak sekali perbedaan cara mengajar orang Finlandia dengan dirinya, atau bahkan kebanyakan sekolah di dunia.

Saat pertama dia mengajar, tentu masih membawa kebiasaan dari tanah kelahirannya dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan matang secara terperinci dan lengkap, karena menurut pendapatnya "Keberhasilan dari pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan mengajar pada pertemuan pertama". Namun ternyata ia mendapati para pengajar Finlandia tidak melakukan hal sama dengannyanya.

Timothy mulai menyesuaikan diri dengan sekitarnya, karena setelah ia membawa "gaya Amerika" nya untuk mengajar, anak-anak mulai mengeluh karena lelah. Di Amerika, seorang guru yang baik adalah yang bisa menghabiskan seluruh waktunya untuk mempersiapkan kegiatan belajar, mengoreksi tugas, dan membuat kelas selalu duduk diam mendengarkan pelajaran. Namun, di Finlandia sangat berbeda. Seorang guru tidak harus bekerja keras, tetapi bekerja cerdas.

Lalu, apa yang membedakan cara mengajar di Finlandia dengan di negara kita, Indonesia? Secara garis besarnya adalah "Mereka mengedepankan rasa saling memiliki" sedangkan di negara kita masih dengan "Selesaikan kewajiban dan aman untuk laporan ke atasan."

Coba kita renungkan sebentar, ketika anak- anak masih di bawah usia tujuh tahun, sekolah di negri kita telah mewajibkan adanya seragam, jam pelajaran banyak dihabiskan di dalam kelas, anak-anak harus bersikap baik dengan duduk mendengarkan guru. Setelah masuk ke Sekolah Dasar hingga menengah ke atas pun masih sama demikian.

Meski ada pelajaran olahraga, dan beberapa kali istirahat dalam sehari masuk, namun rasa saling memiliki di dalam tatanan sekolah di negeri kita masih sangat kurang. Bahkan masing-masing dari individu, sering kita jumpai lebih mementingkan "keamanan" diri sendiri.

Perbedaan yang lebih terperinci misal, di negara kita kelas lebih banyak terdapat hiasan dinding, tidak ada kelas berkebun atau memancing bersama, tidak ada guru dan murid yang makan di tempat yang sama, tidak ada guru yang bermain bersama murid selama istirahat atau menciptakan mainan bersama selama jam pelajaran, dan tidak ada kepala sekolah yang mengajar di kelas. Namun, akhir-akhir ini pemerintah mulai memperhatikan hal-hal tersebut dan menyarankan perubahan pada setiap sekolahan.

Sedangkan di Finlandia, anak-anak diberikan waktu luang lebih banyak, bergerak lebih banyak, dan menghabiskan waktu di alam bebas lebih sering, tentu dengan tetap melibatkan pengawasan dari guru-guru mereka. Bahkan disana tidak ada tugas atau pekerjaan rumah. Meskipun ada, guru memberikan tugas yang ringan dengan tenggang waktu yang relatif lama untuk penyelesaiannya.

Dalam buku "Teach like Finland" diungkapkan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk menanamkan rasa saling memiliki antar semua individu yang bersangkutan. Baik itu antara siswa dengan guru, guru dengan kepala sekolah maupun pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan peserta didik. Diantaranya dengan duduk bermusyawarah dengan stakeholder yang kompeten di bidangnya.

Yang tentu saja hal demikian ini masih jarang kita jumpai di sekolah-sekolah negeri kita. Dimana seorang guru duduk beberapa kali bersama stakeholder atau orang yang ahli dalam dunia pendidikan untuk mengeluarkan semua kerisauannya selama mengajar dan untuk mencari solusi terbaik bagi setiap anak di kelasnya. Lalu para stakeholder memberi masukan dan akan terus mengawasi untuk beberapa saat, yang tentu saja dalam hal ini sangat meringankan beban seorang guru.

Demikianlah perbedaan yang penulis ketahui di dua negara yang tentunya masing-masing memiliki kebijakan sendiri dengan mempertimbangkan banyak hal. Namun, tidak ada salahnya kita mengadopsi cara mengajar yang baik dan menyenangkan dengan melihat beberapa metode yang dituliskan oleh pengajar Timothy dalam bukunya "Teach like Finland". Selamat membaca ....




Minggu, 15 Desember 2019

Pesan dan Kesan

Semua hal yang dilakukan manusia timbul atas persetujuan akal pikirnya. Dan akal pikir manusia akan mengikuti kata hatinya. Sebagaimana Tuhan telah memberikan anugerah terindah berupa akal, manusia diharapkan mampu mengoptimalkan dalam menggunakannya.

Masuk dalam keluarga ODOP merupakan salah satu usaha untuk mengoptimalkan otak saya. Dalam hal ini tentu saja saya memiliki kebanggaan tersendiri. Bangga bahwa saya berhasil melampaui beberapa tantangan yang memang harus dilewati. Sejujurnya, untuk bisa menulis dalam kondisi apapun setiap hari itu tidaklah mudah, apalagi bagi saya yang memang baru saja menekuni dunia literasi.

Senang dan sedih tentu pernah saya rasakan. Bahkan terkadang merasa tertekan saat waktu hampir habis, dan masih belum bisa menulis apapun, hingga akhirnya harus "hutang" untuk kesekian kalinya, hal ini merupakan tantangan yang sejujurnya mengasyikkan sekaligus menegangkan.

Hari terakhir, dengan sangat sedih tantangan ke empat belum sempat terkirim. Batas waktu menunjukkan pukul 23.00. Sedangkan pas hari itu, seharian keluar rumah untuk acara nikah dan haul. Karena memang pejuang wi-fi, jadilah menulis hanya ketika di rumah. Sesampainya di rumah ternyata internet down dan harus menunggu sampai pulih. Menelepon petugas pun tidak mungkin rasanya, karena hampir tengah malam.

Ingin menangis tetapi bagaimana. Menulis di kertas lalu di poto pun rasanya lucu jika dikirimkan. Maka menunggu adalah satu-satunya jalan kepasrahan, karena menunggu juga termasuk pengharapan yang semu alias tidak pasti kecuali sebelumnya sudah janjian. Lalu bagimana? Biarlah waktu yang menjawab.

Balik lagi dalam keluarga ODOP, teman-teman yang saling support menjadikan saya mampu bertahan dalam kegiatan tulis menulis, meski terkadang hanya kenal lewat dunia maya, namung rasa yang terbangun ketika pernah dalam satu keluarga kecil sangatlah istimewa.

Maka, terimakasih tak terhingga kepada keluarga besar ODOP yang telah menghadirkan keluarga literasi yang hebat. Semoga kedepannya bisa terus bertahan dan melahirkan para penulis yang kompeten di bidangnya, aamiin ....



Tantangan 4


 Setiap manusia terlahir dengan bakatnya masing-masing. Dan dengan akalnya manusia telah dibekali oleh Tuhan untuk menyelesaikan suatu masalah yang dihadapinya. 
Lalu, apa yang menjadi cita-cita manusia itulah suatu keinginan yang merupakan masalah yang harus dihadapinya. Dikatakan bahwa 95% manusia yang berusaha akan dapat meraih apa yang ia inginkan, sedangkan 5% adalah bakat yang ada pada dirinya. 
Resolusi untuk menulis 2020 rasanya memang harus segera tertulis supaya semangat untuk mencapainya selalu hadir saat saya membaca lagi tulisan ini.
Beberapa keinginan sederhana yang ingin terwujud sebagai resolusi di tahun 2020 itu yaitu;

  1. Memperbaiki template blog. 
Saya merasa harus segera belajar pada ahlinya untuk urusan blog. Dari awal mengikuti ODOP kelas non fiksi memang diharuskan memperhatikan template blog dan saya masih belum mencapainya.

 2. One Day One Post.

Kebiasaan yang baik dari grup ODOP harus terus dilestarikan. Karena hal ini mampu meningkatkan daya tulis saya yang memang masih sangat minim.

3. One Week One Book .

Keinginan tertinggi adalah mampu menulis dan menghasilkan satu buku dalam setiap minggu. Tentu saja persiapan untuk hal ini sangatlah penting, terutama tekad untuk mewujudkankannya.

4. Menang dalam beberapa event lomba.

Untuk mengasah sekaligus mencoba tantangan, saya ingin mengikuti beberapa event lomba dan memenangkankannya.

Demikianlah resolusi menulis saya di tahun 2020, semoga semuanya berjalan lancar dan tentunya bisa mempertahankan keajekan dalam menulis, aamiin ....




Sabtu, 14 Desember 2019

Halal Cruise

     Menjelajah dunia dengan paket  "Cruise                             Cheria  Holiday". 


Assalamualaikum sobat, shabahul khair, selamat pagi ... 
Pernahkah terpikirkan oleh kita untuk menikmati liburan bersama keluarga di atas kapal pesiar yang sangat besar dan mewah? Mungkin yang terbayang dalam benak kita tentang kapal Titanic ya ... Eh, bukan tentang kisah tragisnya lo, tetapi tentang betapa besar dan mewahnya fasilitas di dalamnya yang dibuat oleh manusia, MasyaAllah. 


Bayangkan saja, kita berada di dalam sebuah kapal yang besarnya berkali lipat dari besar rumah kita, lengkap dengan kolam renang, ruang olah raga, ruang spa, makanan dan minuman yang tersaji dengan berbagai macam menu pilihan.
Belum lagi arena permainan air, permainan seluncuran, permainan panjat tebing, bowling, golf, bermain bola atau lainnya yang semuanya bisa dengan bebas kita nikmati. Bagaimana? Pasti seru, kan ..?Belum lagi tempat terbuka yang berada di dek kapal, yang jika kita berdiri disana, rasanya pasti semua masalah dan beban hidup hilang seketika. Membayangkannya saja ibarat surga dunia, hehehe ...

Nah, www.cheria-travel.com menawarkan beberapa paket holiday yang sangat mengasyikkan bersama kapal cruiser. Apa sih sebenarnya Cheria halal holiday itu?
Cheria halal travel adalah nama suatu badan usaha di bidang jasa travel domestik maupun internasional yang berdiri sejak tahun 2012. 

Meminjam istilah dari orang Jawa, seseorang menilai sesuatu itu berdasarkan tiga hal; bibit, bebet, dan bobot. 
Bibit atau asal usul, dalam hal ini harus jelas latar belakang adanya sesuatu. Lalu ada "Bebet" yang berarti pandangan atau penilaian orang. Karena kita tahu, watak seseorang atau baik buruknya sesuatu itu dipandang dari penilaian banyak orang. Kemudian yang terakhir adalah "Bobot", dalam hal ini tentu saja tentang kualitas. Dan Cheria travel telah memiliki itu semua. 

 Selain itu, Cheria travel telah memiliki produk yang jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan untuk produk internasionalnya. Juga menyediakan tiket, visa, dan kebutuhan lain yang diperlukan, baik itu untuk personal, corporatif, maupun grup.

Layanan utama halal travel ini tentunya dimaksudkan untuk memudahkan para muslim yang hendak menjelajahi dunia dengan kapal cruiser.
Karena kapal ini menyediakan makanan khusus yang halal bagi mereka dan telah mendapat sertifikat dari Departemen Pengembangan Islam Malaysia (sertifikat halal Jakim). Tentu saja travelling non muslim pun juga sangat diprioritaskan kenyamanannya. 

 Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari tempe goreng, pari asam pedas, opor ayam, gulai ikan, tandoori kambing, dan masih banyak lagi.

Dan masih ingatkah kita bahwa seorang ilmuwan muslim dari Maroko telah berlayar menjelajahi dunia, jauh sebelum Christopher Columbus berlayar dan menemukan benua Amerika? Yup, beliau adalah Ibnu Batutah. Pengembaraannya bahkan sampai ke Aceh lho, Sobat. Dan perjalanan beliau ini ditulis dalam bukunya "Risalah Ibnu Batutah" yang menurut sumber, sekarang masih ada di perpustakaan Perancis. Waw ... Betapa ingin aku kesana. Yuk, bareng naik cruise! Kemana dulu ya? Kita mulai dari negeri jiran atau negara tetangga. Singapura, Thailand, dan Malaysia. 

Cheria-travel menawarkan banyak sekali paket holiday. Jika kita pilih tiga negara secara langsung, maka yang pertama adalah Singapore. Banyak sekali destinasi wisata yang dapat dikunjungi, diantaranya Universal Studio, Merlion Park, gedung Esplanade yang konon bangunannya mirip seperti mata lalat. Singapura juga terkenal dengan patung singa laut atau Merlion-nya yang berada di taman Marina Bay. 
Yang kedua adalah Thailand, terkenal juga dengan julukan negeri gajah putih. Di Thailand kita dapat menuju ke pantai Samila yang indah, lalu ke pusat oleh-oleh yang terkenal dengan hasil produk lokal dengan harga yang terjangkau serta cocok untuk dijadikan souvenir dari negeri gajah, seperti di Kimyong market, Lee garden, Central mall, dan souvenir Shop lainnya. 
Ada pula menara pagoda ( Tang Kuan Hill) yang berada di atas puncak gunung Sungkhla. Dari menara ini kita dapat menikmati pemandangan kota Hadyai yang mengagumkan. 
Kemudian yang ketiga adalah Malaysia. Tujuan wisata yang utama adalah Kuala Lumpur, yang merupakan ibu kota negaranya. Destinasi wisata yang dikunjungi antara lain, Istana Raja, Dataran Merdeka, Twin Tower atau menara Petronas, Batu Caves, atau naik cable car di Genting Highland yang merupakan cable car tertinggi dan terpanjang di Asia. 

Jadi sobat, mari kita berkeliling dunia menikmati liburan bersama keluarga dengan kapal cruise dari www.cheria-travel.com/2019/05/paket-tour-halal-dengan-kapal-pesiar.html.  Dan salah satu cruiser yang menjadi impianku adalah "Genting Dream" yang berada di Singapura. Cruise ini menyajikan makanan halal bersertifikat dan berada di "The Lido". The Lido adalah restoran mewah di atas kapal Genting Dream yang menyajikan hidangan halal lagi lezat dengan menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata, baik indor maupun outdoor.


Selain Lido, Genting Dream juga menyediakan beragam suite, kamar-kamar yang saling terhubung dan cocok untuk keluarga, serta akomodasi "The Palace-kantong" atau kapal dalam kapal dengan layanan bergaya eropa, lengkap dengan fasilitas pribadi seperi kolam renang, spa, pusat kebugaran, dan tempat makan. 

Terdapat pula enam seluncuran air dengan tiga seluncuran berada di taman anak-anak. Tersedia layanan pengasuhan anak selama dalam kapal, tempat bermain bowling bagi keluarga, batu pendakian, club khusus anak untuk kegiatan interaksi dan club malam untuk dewasa yang telah diakui dunia, serta tempat belanja mewah bebas bea. 

Semua informasi dapat langsung diakses pada halalcruise Genting Dream, atau www.cheria-travel.com.  Jadi lekas tentukan pilihanmu sekarang juga ya, dan segera isi biodata pada aplikasi yang tersedia seperti pada gambar di bawah ini;

Mari berlayar menjelajah dunia, membuka mata bertafakkur dengan menikmati keindahan ciptaanNya dan tentunya bersantai menikmati liburan bersama keluarga tercinta. Jangan lupa ceritakan kisah liburanmu pada dunia ....

#halalcruiser 
#cheria-travel com 
#naik-cruiser-bersama-cheria-holiday 


Kamis, 12 Desember 2019

Permintaan Terakhir-Perempuan tali jagat.

 
"Rizki semua orang sudah ada yang menjamin, namun siapa yang bisa menjamin keimanan kita bisa sampai nafas terakhir di kehidupan ini?" 

Kalimat itu sering diucapkan oleh guru kami, Ning Nisaul Kamilah Chisnulloh, M.Si. Karyanya yang sudah membumi di seantero jagat maya, hingga tak sanggup saya menuliskannya. Ibarat palung laut di samudra lepas. Ia memiliki kehidupan koloni yang selalu bertaut satu sama lain bak simbiosis mutualisme yang tidak akan pernah lepas kecuali terhempas oleh gelombang takdir.

Pada suatu pertemuan, kami ditakdirkan berjumpa dengan ibunya. Sungguh suatu kehormatan yang tidak terkira. Ibu yang telah menemani kelima putra putrinya selama dua puluh tahun sebagai single parent dan mampu mengantarkan mereka semua menjadi orang sukses dan mensukseskan banyak orang.

Saat kami bertanya, apa rahasia beliau hingga menjadikan semua anak-anaknya sukses? Beliau hanya tersenyum dan mengatakan "Minta sama Allah, sabar, dan ikhlas."
Hal yang sama dikatakan oleh putri beliau, ning Guru (begitu kami memanggilnya) bahwa Allah selalu memberikan apa yang kita minta pada waktu yang tepat, tetapi bukan cepat. Dan setiap orang pasti memiliki kisah hidup yang berbeda hingga permintaan yang berbeda. Namun yang terpenting, mintalah "Husnul khatimah".

Ibunda ning guru mengatakan bahwa kehidupan beliau sangat biasa dibanding orang lain. Bahkan ning Guru telah ditinggal wafat oleh ayahandanya saat masih duduk di bangku sekolah. Namun beliau selalu sabar dan ikhlas, serta meminta agar putra putrinya paham tentang agama, tidak lebih.

"Setiap mereka tidur, saya bacakan alfatihah dan saya tiup mereka satu-satu, begitu setiap hari. Saya meminta pada Allah supaya mereka paham agama" tutur Ibunda ning Guru. 

Segala komunitas perkumpulan, dalam hal apapun pada dasarnya sama. Namun, yang membedakan komunitas yang digawangi oleh ning Guru dengan komunitas lainya adalah "Ruh" atau jiwa dalam perkumpulan tersebut.

Ruh dalam komunitas "Halaqoh Bisnis Online" atau HBO dihadirkan oleh beliau melalui gerakan Shalawat Nariyah 4444, kegiatan santunan atau Charity, pembacaan surat Alwaqiah, pembacaan satu juz dalam satu hari (Odoj), dan masih banyak lagi.

Ruh yang telah terbentuk, mampu menyatukan hati kami meskipun raga terpisah oleh tempat dan waktu, hingga kami pun merasa seperti saudara, bahkan keluarga yang saling menguatkan.
HBO, kelurga kedua kami

Saya katakan ibarat "palung" dalam laut. Ada komunitas yang bersinergi kuat meski awalnya hidup dari dunia maya. Mereka bertemu dalam kehidupan nyata, berbagi kisah dan kasih, saling menguatkan dan mendoakan, lalu bersama-sama bertekat menjadi wanita kuat, hebat, dan berpengaruh positif dalam jagat.

Inilah permintaan terakhir, akhir yang husnul khatimah. Akhir yang baik dalam dunia yang telah semu dalam hal kebaikan. Inilah komunitas "Halaqoh Bisnis Online" yang melahirkan halaqoh-halaqoh atau komunitas positif lain, seperti "Seribu Satu Aksara" dalam dunia kepenulisan, "Ayrashop Charity Program" dalam hal sosial, dan "Kelas Keluarga Sakinah" dalam hal rumah tangga.

Komunitas ini memang kebanyakan wanita alias "emak-emak" meski tidak sedikit laki-laki di luar para suami tentunya, yang ikut bergabung dan merasakan manfaat yang positif dari berbagai kegiatan yang diadakan. Karena wanita bukan hanya "ditata" namun harus "wani-nata".

Tapa-, tapak-, telapak. Tapa atau pengoptimalan diri, mampu melahirkan keteguhan. Dan dengan keteguhan itu wanita mampu berdikari hingga mewujudkan karya (tapak) melalui tindakannya (telapak). Dan dari telapak itulah esensi Surga ditentukan.

Wanita, kau hebat, kau kuat, dan kau perempuan tali jagat.

Ditelapak ibumu-lah surgaNya ditetapkan







Teach Like Finland(1)

Mengajar seperti Finlandia.
Buku terjemahan ini saya baca untuk memenuhi beberapa tugas. Tampilan cover yang tidak begitu menarik dengan isi yang keseluruhan adalah tulisan, membuat buku ini, sejujurnya telah lama menempati rak lemari saya tanpa tersentuh.

Beruntung saya mengikuti tantangan untuk membaca buku terjemahan, dan buku inilah yang melintas pertama kali di benak saya. Sudah lama ingin sekali mengetahui isinya, namun karena saya lebih tertarik dengan buku yang banyak warna serta gambar, maka buku "Finland" ini otomatis bertengger jadi simpanan.

Lembar demi lembar saya baca dan berusaha "menangkap" ketertarikan, namun pada bab pendahuluannya yang saya rasa sangat panjang, menjadikan "mood" ini sempat hilang. Maka saya putuskan untuk langsung membaca bab pertama tentang "Kesejahteraan".

~Bab 1 (Kesejahteraan), penulis yang berasal dari negara Amerika menemui banyak sekali perbedaan dalam hal kegiatan belajar mengajar. Dalam bab ini akhirnya penulis menyimpulkan bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan;

  • Jadwal istirahat otak. Dalam setiap beberapa menit, otak kita perlu diistirahatkan dari aktivitas. Jadi, sangat penting adanya waktu istirahat di sela-sela jam pelajaran. 
  • Belajar sambil bergerak. Tidak menutup kemungkinan adanya rasa jenuh selama proses pembelajaran. Jadi, diharapkan guru mampu membuat siswa lebih banyak bergerak dengan tetap memberikan pelajaran. 
  • Recharge sepulang sekolah. Maksud dari penyataan ketiga ini adalah setiap guru maupun siswa hendaklah istirahat sepulang sekolah. Tidak ada tugas maupun beban yang dibawa ke rumah, karena waktu di rumah adalah waktu santai untuk menikmati kebersamaan bersama keluarga. 
  • Menyederhanakan ruang. Dalam beberapa penelitian, disimpulkan bahwa anak-anak lebih mudah teralihkan perhatiannnya oleh lingkungan visual. Dinding yang penuh dengan hiasan atau karya, tidak dapat mewakili bahwa kelas tersebut berprestasi. 
  • Menghirup udara segar. Tidak bisa dipungkiri bahwa otak kita memerlukan energi. Nafas yang keluar berupa karbon dioksida dapat mempengaruhi kinerja otak, jika sirkulasi udara tidak diperhatikan. Jadi, anak-anak akan lebih baik dalam menerima pelajaran jika berada di luar ruangan. 
  • Masuk ke alam liar. Yang dimaksud adalah hendaknya anak-anak dikenalkan dengan alam sekitar. Mulai dari yang paling mudah dijangkau seperti menanam bunga di depan kelas, menyiram dan mencabut rumput disekitarnya. Banyak sekali manfaat yang akan diperoleh, contohnya; anak menjadi lebih semangat untuk mengenal alam, meminimalisir kesenjangan, meningkatkan gerak tubuh, serta memberikan efek positif pada psikologi setiap anak. 
  • Menjaga kedamaian. Dalam hal ini, setiap guru hendaknya membuat peraturan yang sebelumnya telah disepakati bersama siswa untuk menciptakan kedamaian di dalam kelas. Tentunya kegiatan berdiskusi atau bertukar pendapat tetap dilaksanakan pada tempat yang telah disediakan secara khusus. 
Suasana yang tenang dan damai, mampu meningkatkan daya ingat peserta didik. Tentunya hal ini menurut penelitian beberapa ahli. Sebagai tambahan, penulis menyuguhkan satu pendekatan yang sedang tren dilakukan di banyak sekolah. Pendekatan ini berupa latihan yang disebut "Kesadaran Penuh".

Setiap siswa bersama guru diharapkan mampu menghadirkan "kesadaran penuh" sebelum memulai pelajaran. Hal ini bisa dilakukan dengan meminta siswa mendengarkan sesuatu dengan seksama. Atau meminta siswa berjalan dengan sangat pelan dan merasakan bagaimana pergerakan tubuh mulai dari tumit ke telapak kaki hingga jemari yang menapak sempurna.

Demikianlah ulasan pada bab pertama. Tentu saja saya tidak dapat membaca semuanya dengan cepat, karena setiap kalimat perlu saya pahami dengan pelan. Terimakasih, sampai ketemu di bab selanjutnya ....




Selasa, 10 Desember 2019

Aplikasi SehatQ

Kemudahan dalam mencari informasi tentang layanan kesehatan keluarga. 
Tahukah Anda tentang aplikasi "SehatQ"? Yup, di bawah ini kita akan menjelaskan sedikit tentang aplikasi tersebut. 

Keadaan darurat terkadang menghampiri kehidupan kita yang sebelumnya aman-aman saja. Maka, sudah seharusnya kita menyiapkan diri untuk lebih siap jika suatu saat kondisi darurat datang.  Salah satunya dengan mengunduh aplikasi SehatQ.com. Dalam aplikasi tersebut, dilengkapi berbagai hal yang dapat memudahkan kita mendapat informasi tentang layanan kesehatan. 

Diantaranya, ada informasi tentang artikel kesehatan. Atau pada alamat surel ini, www.sehatq.com/artikel kita dapat menambah wawasan sekaligus informasi yang terkini mengenai apapun yang berhubungan dengan kesehatan, baik itu tentang penyakit, obat, pengetahuan, dan termasuk penyakit yang sedang trending pada saat itu.  Semua dibahas dalam artikel yang disajikan. 
Kemudian tentang obat-obatan. Dalam aplikasi  SehatQ dipaparkan berbagai jenis obat yang ingin kita ketahui, lengkap dengan gambarnya. Lalu terdapat pula pilihan "dokter" yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan dan informasi tentang rumah sakit terdekat dari lokasi tempat tinggal kita. Semua disajikan dalam aplikasi tersebut. Kita tinggal masuk dengan mendaftarkan diri dan memilih menu apa yang menjadi tujuan kita. 

Masih banyak lagi informasi yang akan memudahkan kita dalam mencari layanan kesehatan, terutama untuk keluarga kita. Karena kita tahu bahwa harta yang paling berharga adalah kesehatan. Jadi, jangan segan-segan untuk mengunduh aplikasi SehatQ.com. 
Selamat membaca dan semoga informasi ini dapat menambah wawasan, aamiin. 












Senin, 09 Desember 2019

Falsafah Kehidupan

Malam yang semakin kelam, membuat netra tak mampu terpejam, pikiran melayang menuntun kata menari dalam diam. 
Hanya suara binatang malam yang kian lantang, menemani diri menyulam diksi. 

Nah, kira-kira falsafah yang melatar belakangi terciptanya bait di atas itu apa ya? Hehehe ... Tentu saja jawabannya "kesepian". Meski ini hanya gambaran saja.
 Jadi, sudah tahu apa itu falsafah? Yup.

Falsafah adalah "pegangan, patokan, pijakan, atau dasar yang dibuat hukum."
Falsafah negara tercinta kita adalah "Pancasila" yang tentu maknanya sangat luas jika dikupas. Lalu pernahkah kita mendengar falsafah lain?

* Pertama, falsafah orang Jawa adalah "Alon-alon waton kelakon"  yang artinya pelan-pelan asal sampai pada tujuan. Falsafah tersebut melihat dari kebanyakan orang kita adalah seorang petani atau bercocok tanam, sehingga apapun yang ditanam pasti melalui proses yang panjang, tidak bisa instan. Sehingga falsafah tersebut menggambarkan bahwa kebanyakan orang kita sabar, tenang, dan tidak tergesa-gesa dalam hal apapun.

*Kedua, falsafah orang Arab adalah "Al waqt kas-syaif" yang artinya, waktu adalah pedang. Karena di jaman dahulu, orang Arab berebut sumber air untuk kelangsungan hidup mereka. Siapapun yang menemukan dahulu, berarti ia adalah pemiliknya. Dan siapapun yang mengganggu, maka pedanglah yang akan berbicara.

*Ketiga, falsafah orang Eropa adalah "The time is money". Tentu semua tahu artinya, bahwa waktu bagi mereka adalah uang atau kekayaan. Kenapa? Kita tahu bahwa di Eropa atau dibelahan bumi sana, musim terbagi menjadi empat. Musim dingin, musim gugur, musim panas, dan musim semi.

Tentu saja ketika datang musim panas dan musim dingin, cuaca sangat ekstrim, sehingga kebanyakan mereka tidak melakukan aktivitas di luar. Keadaan yang seperti ini menuntut mereka bekerja lebih keras lagi pada dua musim lainnya, sehingga dapat menikmati hasil tersebut pada musim yang ekstrim. Maka, tidak heran jika ada libur selama musim dingin atau musim panas.
Nah, lalu apa falsafah kita ya? ..

Demikianlah kiranya falsafah yang penulis tahu dari para pengajar terdahulu. Tentu jika teman-teman mengetahui sumber lain bisa saling berbagi. Terimakasih.
With Allah, nothing impossible



Doa Harian

Cuaca cerah dengan hembusan angin sepoi yang membawa kesejukan. Bel berdering memanggil kaki-kaki kecil bersepatu hitam berlarian menghampiri sang guru. Kali ini mereka tidak belajar di dalam kelas. Namun, duduk bergerombol di pinggir lapangan menikmati cuaca yang sangat bersahabat.

Setelah salam dan berdoa, guru bertanya apakah anak-anak sudah makan? Tentu saja mereka menjawab "sudah". Lalu guru meminta mereka melafalkan doa sebelum dan sesudah makan.
Masih ingatkah kita bagaimana doa-doa harian?
~ Doa sebelum makan;
"Allahumma baariklanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaabannar." 
~ Doa setelah makan;
"Alhamdulillahilladzi ath'amanaa wasaqaanaa waja'alanaa minal muslimiin."

Semangat mereka membuat sang guru tersenyum, lalu bertepuk tangan memberi aplaus pada mereka. Lalu mereka pun diminta melafalkan doa sebelum tidur dan setelah bangun.
~ Doa sebelum tidur
"Bismika Allahumma ahyaa wabismika amuut."
~ Doa bangun tidur
"Alhamdulillahilladzii ahyaana ba'da maa-amaatanaa wa-ilaihinnusyuur." 

Tentu saja, setelah bangun tidur, kita akan masuk ke kamar mandi, lalu bagaimana doanya?
~ Doa masuk kamar mandi (WC)
"Allahumma inni a'uudzubika minal khubutsi wal khabaa-its." 
~Doa keluar kamar mandi
"Alhamdulillahilkadzii adzhaba 'anil adzaa wa'aafanii."

Kicauan burung yang mencari makan disekitar tanah lapang menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Sang guru pun bercerita bahwa makhluk yang paling "nerimo ing pandum" alias tawakkal itu adalah burung. Mereka terbang di pagi hari untuk mencari makanan untuk hari itu dan kembali ke sarangnya pada sore hari. Tidak ada makanan yang disimpan karena mereka tahu, bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kelaparan makhluk yang bergantung kepadaNya.

Di akhir pertemuan, mereka bersama-sama melafalkan doa untuk orangtua yang tersayang. "Allahummaghfirlii dzunuubi waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabba-yaanii shaghiira." 


Anak adalah peniru yang hebat

Gluduk

Awan Comulus telah mengantar rintik hujan ke bumi. Kali ini suasana kelas kembali tidak kondusif. Takut dan khawatir jika hujan tak kunjung reda, maka sudah pasti anak-anak tertahan di sekolah. 

Sang guru pun tersenyum dan mengatakan pada mereka bahwa hujan adalah rahmat terbesar dari Tuhan. Tanpa air, seluruh yang ada di bumi ini akan mati perlahan. Adapun bencana yang terjadi saat hujan, itu semua karena ulah manusia sendiri. 

Lalu sang guru menceritakan dari mana asal suara petir dan halilintar yang mereka dengar saat hujan. "Ada satu aliran listrik yang namanya listrik statis. Listrik statis bisa muncul karena adanya gesekan dua benda. 

Masih ingatkah saat kecil dulu kita sering memegang televisi yang baru saja dimatikan, apa yang terjadi? Ada bunyi kresek-kresek dan ada aliran hangat yang menjalar. Nah itu adalah contoh listrik statis paling kecil. 

Ketika awan terus bergerak, terjadi pergesekan antara energi positif dan negatif di udara sehingga terjadilah petir. Cahaya yang dihasilkan lebih dulu sampai ke bumi daripada bunyi gemuruhnya, karena memang kecepatannya lebih besar cahaya daripada energi bunyi. 

Sedangkan dalam kajian Islam, gluduk atau halilintar dalam Alquran disebut "Arra'du" dan menjadi salah satu nama dari nama surat dalam Alquran. Menurut Ibnu Taimiyah dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Attirmidzi, Arra'du itu merupakan nama malaikat yang bertugas mengatur hujan dan memecah cahaya sebagaimana seorang penggembala yang meneriaki hewan gembalaannya."

Demikianlah terang sang guru pada anak-anak, yang tentu saja membuat mereka tidak takut lagi dengan suara gluduk atau halilintar, bahkan mereka serentak mengucapkan "Yusabbihurra'du bihamdihii walmalaa-ikatu min khiifatih" sebagai doa setiap kali mendengar atau melihat petir. 

Wallahua'lam bisshawaab ....

Pribadi Hebat

Pikiran sehat adalah pribadi yang sehat         Buku Pribadi Hebat ditulis oleh Prof. Dr. Hamka dengan penerbit Gema Insani....